SISTEM PENDETEKSI VIABILITAS BENIH KACANG TANAH DENGAN METODE MORPHOLOGICAL IMAGE PROCESSING DAN HSV COLOR

Sistem pendeteksi dapat mendeteksi maksimal 25 benih kacang tanah dengan waktu operasional 22 – 24 detik dalam satu kali pendeteksian.
 5/5 (1)
SISTEM PENDETEKSI VIABILITAS BENIH KACANG TANAH DENGAN METODE MORPHOLOGICAL IMAGE PROCESSING DAN HSV COLOR

Penjelasan :

Sistem pendeteksi viabilitas benih kacang tanah dibuat dengan mengamati pola warna merah hasil uji tetrazolium pada kotiledon benih dan poros embrio benih kacang tanah. Adapun metode identifikasi pola warna merah ini menggunakan morphological image processing dan HSV color dari citra yang diambil secara real-time menggunakan kamera.

Sistem pendeteksi dapat mendeteksi maksimal 25 benih kacang tanah dengan waktu operasional 22 – 24 detik dalam satu kali pendeteksian. Sistem pendeteksi ini dapat dioperasikan dalam 2 versi yaitu secara full version dan portable version. Klasifikasi akhir benih dibedakan menjadi benih normal, abnormal, dan mati yang ditentukan berdasarkan identifikasi pola warna. Adapun pola warna dibedakan dengan 4 jangkauan warna HSV yaitu warna merah dengan rentang nilai HSV (175, 100, 20: 180, 255, 255), warna pink dengan rentang nilai HSV (160, 100, 20: 174, 150, 255), warna putih 1 dengan rentang nilai HSV (175, 0, 0: 180, 100, 255), dan warna putih 2 dengan rentang nilai HSV (0, 0, 0: 100, 255, 255). Persentase akurasi sistem dalam membaca jumlah total benih adalah 100% dan persentase kesalahan dalam pengukuran nilai HSV adalah 0% – 19,84%.

Gambar Alat
Gambar Alat
Foto Dokumentasi Alat
Video Dokumentasi Alat

Beri Rating

LO : Salma Riyaha

Komentar